Skip to main content

Switching



VLAN
VLAN dijelaskan dalam RFC 3069 dan RFC 5517.
VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation. Teknologi VLAN (Virtual Local Area Network) bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet.
Menurut RFC 5517, “VLAN adalah broadcast domain di mana host dapat menjalin komunikasi langsung dengan satu sama lain pada Layer 2. Jika perangkat tidak dipercaya diperkenalkan ke dalam VLAN, masalah keamanan mungkin timbul karena dipercaya dan perangkat untrusted berakhir berbagi domain broadcast yang sama.

BAGAIMANA VLAN BEKERJA?


VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC addresses dsb. Semuainformasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan (tagging)di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya berdasarkanport yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port yangdigunakan oleh VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/bridgeinilah yang bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama.

Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan dan sebagainya.tau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging software) yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang didalamnya.untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.

TIPE TIPE VLAN


Keanggotaan dalam suatu VLAN dapat di klasifikasikan berdasarkan port yang di gunakan , MAC address, tipe protokol.

1.     Berdasarkan Port
Keanggotaan pada suatu VLAN dapat di dasarkan pada port yang di gunakan oleh VLAN tersebut. Sebagai contoh, pada bridge/switch dengan 4 port, port 1, 2, dan 4 merupakan VLAN 1 sedang port 3 dimiliki oleh VLAN 2, lihat tabel: 

Tabel Port dan VLAN

Port 1 2 3 4
VLAN 2 2 1 2
Kelemahannya adalah user tidak bisa untuk berpindah pindah, apabila harus berpindah maka Network administrator harus mengkonfigurasikan ulang.



2.     Berdasarkan MAC Address
Keanggotaan suatu VLAN didasarkan pada MAC address dari setiap workstation /komputer yang dimiliki oleh user. Switch mendeteksi/mencatat semua MAC address yang dimiliki oleh setiap Virtual LAN. MAC address merupakan suatu bagian yang dimiliki oleh NIC (Network Interface Card) di setiap workstation.
Kelebihannya apabila user berpindah pindah maka dia akan tetap terkonfigurasi  harus di konfigurasikan secara manual , dan untuk jaringan yang memiliki ratusan workstation maka tipe ini kurang efissien untuk dilakukan. 
Sedangkan kekurangannya bahwa setiap mesin sebagai anggota dari VLAN tersebut.

Tabel MAC address dan VLAN

MAC address 132516617738 272389579355 536666337777 24444125556
VLAN                 1                          2                 2                              1

3.     Berdasarkan Tipe Protokol yang digunakan
Keanggotaan VLAN juga bisa berdasarkan protocol yang digunakan, lihat table

Tabel Protokol dan VLAN

Protokol IP IPX
VLAN 1 2

4.     Berdasarkan Alamat Subnet IP
Subnet IP address pada suatu jaringan juga dapat digunakan untuk mengklasifikasi suatu VLAN

Tabel IP Subnet dan VLAN

IP subnet 22.3.24 46.20.45
VLAN 1 2

Konfigurasi ini tidak berhubungan dengan routing pada jaringan dan juga tidak mempermasalahkan funggsi router.IP address digunakan untuk memetakan keanggotaan VLAN.Keuntungannya seorang user tidak perlu mengkonfigurasikan ulang alamatnya di jaringan apabila berpindah tempat, hanya saja karena bekerja di layer yang lebih tinggi maka akan sedikit lebih lambat untuk meneruskan paket di banding menggunakan MAC address.

5.     Berdasarkan aplikasi atau kombinasi lain
Sangat dimungkinkan untuk menentukan suatu VLAN berdasarkan aplikasi yang dijalankan, atau kombinasi dari semua tipe di atas untuk diterapkan pada suatu jaringan. Misalkan: aplikasi FTP (file transfer protocol) hanya bias digunakan oleh VLAN 1 dan Telnet hanya bisa digunakan pada VLAN 2.

PERBEDAAN MENDASAR ANTARA LAN DAN VLAN


Perbedaan yang sangat jelas dari model jaringan Local Area Network dengan Virtual Local Area Network adalah bahwa bentuk jaringan dengan model Local Area Network sangat bergantung pada letak/fisik dari workstation, serta penggunaan hub dan repeater sebagai perangkat jaringan yang memiliki beberapa kelemahan. Sedangkan yang menjadi salah satu kelebihan dari model jaringan dengan VLAN adalah bahwa tiap-tiap workstation/user yang tergabung dalam satu VLAN/bagian (organisasi, kelompok dsb) dapat tetap saling berhubungan walaupun terpisah secara fisik. 


RFC 3069 (VLAN Aggregation for Efficient IP Address Allocation)

Mekanisme diuraikan oleh host yang berada di di infrastruktur switch yang sama, tetapi seolah –olah terpisah berdasarkan virtual broadcast domains, yang mempunyai alamat subnet IPv4 dan sebuah default gateway IP Address yang sama, dengan syarat memindahkan sebuah subnet IP yang terdedikasi untuk setiap VLAN atau MAN.



Hosts A.1 dan A.2 termasuk (Customer A & VLAN A)
Hosts B.1 dan B.2 termasuk (Customer B & VLAN B)
Hosts C.1 termasuk (Customer C & VLAN C)

Sebuah Subnet IP akan dialokasikan untuk setiap Customer, berdasarkan dari kebutuhan awal IP, yaitu seberapa besar alamat yang akan dipakai, baik untuk persiapan di masa yang akan datang.

  



Customer A
1.     Alamat IP pertama kali yang dibutuhkan untuk Customer A adalah hanya untuk 2 host. 
2.     Ada perkiraan di masa yang akan datang, Customer A akan membutuhkan 10 host
3.     Hasil akhirnya, dibutuhkan pengalokasian subnet IP 1.1.1.0/28 yang menyediakan 16 IP Address
4.     IP Address pertama, 1.1.1.0 adalah Subnetwork address
5.     IP Address terakhir, 1.1.1.15 adalah Broadcast address
6.     IP 1.1.1.1 diberikan kepada router dan dijadikan default gateway untuk subnet tersebut
7.     Ada 13 IP Address yang tersisa untuk Customer, walaupun mereka hanya membutuhkan 10 IP Address

Customer B
1.     Alamat IP pertama kali yang dibutuhkan untuk Customer B adalah hanya untuk 2 host.  
2.     Ada perkiraan di masa yang akan datang, Customer B akan membutuhkan 5 host
3.     Hasil akhirnya, dibutuhkan pengalokasian subnet IP 1.1.1.16/29 yang menyediakan 8 IP Address
4.     IP Address pertama, 1.1.1.16 adalah Subnetwork address
5.     IP Address terakhir, 1.1.1.23 adalah Broadcast address
6.     IP 1.1.1.17 diberikan kepada router dan dijadikan default gateway untuk subnet tersebut
7.     Ada 5 IP Address yang tersisa untuk Customer

Customer C
1.     Alamat IP pertama kali yang dibutuhkan untuk Customer C adalah hanya untuk 1 host. 
2.     Tidak ada rencana untuk menambah host lagi
3.     Hasil akhirnya, dibutuhkan pengalokasian subnet IP 1.1.1.24/30 yang menyediakan 4 IP Address
4.     IP Address pertama, 1.1.1.24 adalah Subnetwork address
5.     IP Address terakhir, 1.1.1.27 adalah Broadcast address
6.     IP 1.1.1.25 diberikan kepada router dan dijadikan default gateway untuk subnet tersebut
7.     Ada 1 IP Address yang tersisa untuk Customer

Jumlah alamat yang dibutuhkan untuk 3 Customer adalah 16. Pengalamatan yang paling optimal adalah 28 IP Address.

Sekarang, jika Customer A hanya menggunakan 3 alamat yang tersedia, maka alamat yang tersisa tidak dapat dipakai oleh komputer lain.

 Keuntungan Menggunakan VLAN :
1.     Security – keamanan data dari setiap divisi dapat dibuat tersendiri, karena segmennya bisa dipisah secarfa logika. Lalu lintas data dibatasi segmennya.
2.     Cost reduction – penghematan dari penggunaan bandwidth yang ada dan dari upgrade perluasan network yang bisa jadi mahal.
3.     Higher performance – pembagian jaringan layer 2 ke dalam beberapa kelompok broadcast domain yang lebih kecil, yang tentunya akan mengurangi lalu lintas packet yang tidak dibutuhkan dalam jaringan.
4.     Broadcast storm mitigation – pembagian jaringan ke dalam VLAN-VLAN akan mengurangi banyaknya device yang berpartisipasi dalam pembuatan broadcast storm. Hal ini terjadinya karena adanya pembatasan broadcast domain.
5.     Improved IT staff efficiency – VLAN memudahkan manajemen jaringan karena pengguna yang membutuhkan sumber daya yang dibutuhkan berbagi dalam segmen yang sama.
6.     Simpler project or application management – VLAN menggabungkan para pengguna jaringan dan peralatan jaringan untuk mendukung perusahaan dan menangani permasalahan kondisi geografis.

 Terminologi VLAN
1.     VLAN Data
VLAN Data adalah VLAN yang dikonfigurasi hanya untuk membawa data-data yang digunakan oleh user. Dipisahkan dengan lalu lintas data suara atau pun manajemen switch. Seringkali disebut dengan VLAN pengguna, User VLAN.
2.     VLAN Default
Semua port switch pada awalnya menjadi anggota VLAN Default. VLAN Default untuk Switch Cisco adalah VLAN 1. VLAN 1 tidak dapat diberi nama dan tidak dapat dihapus.
3.     Native VLAN
Native VLAN dikeluarkan untuk port trunking 802.1Q. port trunking 802.1Q mendukung lalu lintas jaringan yang datang dari banyak VLAN (tagged traffic) sama baiknya dengan yang datang dari sebuah VLAN (untagged traffic). Port trunking 802.1Q menempatkanuntagged traffic pada Native VLAN.
4.     VLAN Manajemen
VLAN Manajemen adalah VLAN yang dikonfigurasi untuk memanajemen switch. VLAN 1 akan bekerja sebagai Management VLAN jika kita tidak mendefinisikan VLAN khusus sebagai VLAN Manajemen. Kita dapat memberi IP address dan subnet mask pada VLAN Manajemen, sehingga switch dapat dikelola melalui HTTP, Telnet, SSH, atau  SNMP.
5.     VLAN Voice
VLAN yang dapat mendukung Voice over IP (VoIP). VLAN yang dikhusukan untuk komunikasi data suara.





2. VTP
 VTP adalah suatu metoda dalam hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst. VLAN merupakan suatu broadcast domain, sekumpulan port atau user yang kita kelompokkan. VLAN dapat mencakup beberapa switch, hal ini dapat dilakukan dengan mengonfigurasi VLAN pada bebarapa switch dan kemudian menghubungkan switch tersebut, dengan satu pasang port per VLAN.

Mode VTP pada VTP Cisco Ada 3 macam, disini kita aka menggunakan mode VTP ServerClient, Mode server VTP server mempunyai kontrol penuh atas pembuatan VLAN atau pengubahan domain mereka. Sedangkan Mode client VTP client tidak memperbolehkan administrator untuk membuat, mengubah, atau menghapus VLAN manapun

Apakah Identifikasi Frame?

Karena trunk link dapat digunakan untuk mentransmisi beberapa VLAN, switch harus mengidentifikasi frame setiap VLAN pada waktu mereka dikirim atau diterima melalui trunk link. Identifikasi frame atau tagging, memberi ID yang berbeda untuk setiap frame yang melewati trunk link. ID ini dapat dianggap sebagai nomor VLAN atau “warna” VLAN, karena setiap VLAN yang digambar pada diagram jaringan mempunyai warna yang berbeda. 
Identifikasi frame VLAN dikembangkan untuk jaringan switch. Pada waktu setiap frame melewati trunk link, suatu pengenal ditambahkan dalam kepala frame. Pada waktu switch yang dilalui menerima frame ini, mereka akan memeriksa pengenalnya untuk mengetahui milik siapa frame tersebut.

Apakah VTP Domain?

Tujuan utama VTP adalah untuk menyediakan fasilitas sehingga switch Cisco dapat diatur sebagai sebagai suatu grup. Sebagai contoh, jika VTP dijalankan pada semua switch Cisco Anda, pembuatan VLAN baru pada satu switch akan menyebabkan VLAN tersebut tersedia pada semua switch yang terdapat VTP management domain yang sama. VTP management domain merupakan sekelompok switch yang berbagi informasi VTP. Suatu switch hanya dapat menjadi bagian dari satu VTP management domain, dan secara default tidak menjadi bagian dari VTP management domain manapun. 
Dari sini dapat kita lihat mengapa VTP sangat menguntungkan. Bayangkanlah suatu lingkungan di mana administrator jaringan harus mengatur 20 switch atau lebih. Tanpa VTP, untuk membuat VLAN baru administrator harus melakukannya pada semuanya switch yang diperlukan secara individu. Namun dengan VTP, administrator dapat membuat VLAN tersebut sekali dan VTP secara otomatis akan menyebarkan (advertise) informasi tersebut ke semua switch yang berada di dalam domain yang sama. Keuntungan VTP yang utama adalah efisiensi yang diberikan dalam menambah dan menghapus VLAN dan juga dalam mengubah konfigurasi VLAN dalam lingkungan yang besar. 
Secara umum, mengonfigurasi VTP pada switch Cisco Catalyst bukanlah pekerjaan yang sulit. Pada kenyataannya, begitu nama VTP management domain dibuat pada setiap switch, proses pertukaran informasi VTP antar-switch akan dilakukan secara otomatis dan tidak memerlukan konfigurasi lebih lanjut atau pengaturan setiap hari. Namun, untuk mendapatkan gambaran lengkap bagaimana VTP bekerja dalam suatu VTP domain, pertama Anda harus mengetahui mode VTP.

Apakah Mode VTP?

Jika Anda ingin membuat switch menjadi bagian dari suatu VTP management domain, setiap switch harus dikonfigurasi dalam satu dari tiga mode VTP yang dapat digunakan. Mode VTP yang digunakan pada switch akan menentukan bagaimana switch berinteraksi dengan switch VTP lainnya dalam management domain tersebut. Mode VTP yang dapat digunakan pada switch Cisco adalah mode server, mode client, dan mode transparent.

Mode Server

VTP server mempunyai kontrol penuh atas pembuatan VLAN atau pengubahan domain mereka. Semua informasi VTP disebarkan ke switch lainnya yang terdapat dalam domain tersebut, sementara semua informasi VTP yang diterima disinkronisasikan dengan switch lain. Secara default, switch berada dalam mode VTP server. Perlu dicatat bahwa setiap VTP domain paling sedikit harus mempunya satu server sehingga VLAN dapat dibuat, dimodifikasi, atau dihapus, dan juga agar informasi VLAN dapat disebarkan.

Mode Client

VTP client tidak memperbolehkan administrator untuk membuat, mengubah, atau menghapus VLAN manapun. Pada waktu menggunakan mode client mereka mendengarkan penyebaran VTP dari switch yang lain dan kemudian memodifkasi konfigurasi VLAN mereka. Oleh karena itu, ini merupakan mode mendengar yang pasif. Informasi VTP yang diterima diteruskan ke switch tetangganya dalam domain tersebut.

Mode Transparent

Switch dalam mode transparent tidak berpartisipasi dalam VTP. Pada waktu dalam mode transparent, switch tidak menyebarkan konfigurasi VLAN-nya sendiri, dan switch tidak mensinkronisasi database VLAN-nya dengan advertisement yang diterima. Pada waktu VLAN ditambah, dihapus, atau diubah pada switch yang berjalan dalam mode transparent, perubahan tersebut hanya bersifat lokal ke switch itu sendiri, dan tidak disebarkan ke swith lainnya dalam domain tersebut.

Berdasarkan peran masing-masing mode VTP, maka sekarang kita dapat mengetahui penggunaannya. Sebagai contoh, jika mempunyai 15 switch Cisco pada jaringan, Anda dapat mengonfigurasi mereka dalam VTP domain yang sama. Walaupun setiap switch secara teori dapat berada dalam mode default (mode server), akan lebih mudah jika hanya satu switch saja yang dalam mode itu dan kemudian mengonfigurasi sisanya dakan mode client. 
Kemudian, ketika Anda ingin menambah, menghapus, atau mengubah VLAN, perubahan tersebut secara otomatis dapat disebarkan ke switch mode client. Jika Anda perlu suatu switch yang “standalone”, atau tidak ingin menyebarkan informasi VLAN, gunakan mode transparent.

Apakah VTP Advertisement ?

Setiap switch yang tergabung dalam VTP menyebarkan VLAN, nomor revisi, dan parameter VLAN pada port trunk-nya untuk memberitahu switch yang lain dalam management domain. VTP advertisement dikirim sebagai frame multicast. Switch akan menangkap frame yang dikirim ke alamat multicast VTP dan memproses mereka.
  Karena semua switch dalam management domain mempelajari perubahan konvigurasi VLAN yang baru, suatu VLAN hanya perlu dibuat dan dikonfigurasi pada satu VTP server di dalam domain tersebut.

  Secara default, management domain diset ke non-secure advertisement tanpa password. Suatu password dapat ditambahkan untuk mengeset domain ke mode secure. Password tersebut harus dikonfigurasi pada setiap switch dalam domain sehingga semua switch yang bertukar informasi VTP akan menggunakan metode enkripsi yang sama.

  VTP advertisement dimulai dengan nomor revisi konfigurasi 0 (nol). Pada waktu dilakukan perubahan, nomor revisi akan dinaikkan sebelum advertisement dikirim ke luar. Pada waktu switch menerima suatu advertisement yang nomor revisinya lebih tinggi dari yang tersimpan di dalam, advertisement tersebut akan menimpa setiap informasi VLAN yang tersimpan. Oleh karena itu, penting artinya untuk memaksa setiap jaringan baru yang ditambahkan dengan nomor revisi nol. Nomor revisi VTP disimpan dalam VRAM dan tidak berubah oleh siklus listrik switch.


Apakah VTP Pruning ?

VTP pruning adalah fitur yang digunakan untuk menghilangkan atau memangkas lalu lintas yang tidak perlu.

VTP memastikan bahwa semua aktif dalam VTP domain yang telah mengetahui semua VLAN. Namun, ada saat-saat VTP dapat menciptakan lalu lintas yang tidak perlu.Semua switch dalam jaringan tersebut menerima semua siaran, meskipun dalam situasi di mana beberapa pengguna yang terhubung dalam VLAN.

Apakah VTP V2 ?

VTP V2 tidak jauh berbeda dari VTP V1. Perbedaan utama adalah bahwa VTP V2 memperkenalkan dukungan untuk VLAN Token Ring. Jika Anda menggunakan VLAN Token Ring, Anda harus mengaktifkan VTP V2.Mengubah versi VTP 1-2 tidak akan menyebabkan switch untuk reload.

Apakah VTP Password ?

Jika Anda mengkonfigurasi password untuk VTP, Anda harus mengkonfigurasi password pada semua switch dalam VTP domain. Password haruslah kata sandi yang sama pada semua switch. Di VTP password yang dikonfigurasi diterjemahkan oleh algoritma menjadi sebuah kata 16byte (nilai MD5) yang dilakukan di semua paket VTP ringkasan-iklan.
 PERBANDINGAN:
Server (default mode) :
·         Membuat, memodifikasi dan menghapus VLANs
·         Mensingkronisasikan konfigurasi VLAN
·         Menyimpan konfigurasi dalam NVRAM
·         Mengirim dan meneruskan advertisements


Client
·         Tidak dapat membuat, merubah atau menghapus VLAN
·         Mensingkronisasikan konfigurasi VLAN
·         Tidak dapat menyimpan dalam NVRAM
·         Meneruskan advertisements

Transparent
·         Membuat, memodifikasi dan menghapus lokal VLAN
·         Tidak dapat mensingkronisasikan konfigurasi VLAN
·         Menyimpan konfigurasi dalam NVRAM
·         Meneruskan advertisements

3. STP
Spanning Tree Protocol (STP) adalah suatu Layer 2 protokol yang berjalan pada bridge dan switch. Spesifikasi untuk STP adalah 802.1d IEEE. Tujuan utama dari STP adalah untuk memastikan bahwa Anda tidak membuat loop bila Anda memiliki jalan berlebihan di jaringan anda. Loop yang mematikan ke jaringan.

Spanning Tree Protokol (802.1d). Spanning Tree (802.1d) merupakan sebuah protokol yang berada di jaringan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan.

STP bekerja
Spanning tree algoritma secara automatis menemukan topology jaringan, dan membentuk suatu jalur tunggal yang yang optimal melalui suatu bridge jaringan dengan menugasi fungsi-2 berikut pada setiap bridge. Fungsi bridge menentukan bagaimana bridge berfungsi dalam hubungannya dengan bridge lainnya, dan apakah bridge meneruskan traffic ke jaringan-2 lainnya atau tidak.

 

1.     Root bridge

Root bridge merupakan master bridge atau controlling bridge. Root bridge secara periodik membroadcast message konfigurasi. Message ini digunakan untuk memilih rute dan re-konfigure fungsi-2 dari bridge-2 lainnya bila perlu. Hanya da satu root bridge per jaringan. Root bridge dipilih oleh administrator. Saat menentukan root bridge, pilih root bridge yang paling dekat dengan pusat jaringan secara fisik.


2.     Designated bridge

Suatu designated bridge adalah bridge-2 lain yang berpartisipasi dalam meneruskan paket melalui jaringan. Mereka dipilih secara automatis dengan cara saling tukar paket konfigurasi bridge. Untuk mencegah terjadinya bridging loop, hanya ada satu designated bridge per segment jaringan


3.     Backup bridge

Semua bridge redundansi dianggap sebagai backup bridge. Backup bridge mendengar traffic jaringan dan membangun database bridge. Akan tetapi mereka tidak meneruska paket. Backup bridge ini akan mengambil alih fungsi jika suatu root bridge atau designated bridge tidak berfungsi.



Bridge mengirimkan paket khusus yang disebut Bridge Protocol Data Units (BPDU) keluar dari setiap port. BPDU ini dikirim dan diterima dari bridge lainnya digunakan untuk menentukan fungsi-fungsi bridge, melakukan verifikasi kalau bridge disekitarnya masih berfungsi, dan recovery jika terjadi perubahan topology jaringan.

Perencanaan jaringan dengan bridge mengguanakan spanning tree protocol memerlukan perencanaan yang hati-2. Suatu konfigurasi yang optimal menuntut pada aturan-aturan berikut ini:

       Setiap bridge sharusnya mempunyai backup (yaitu jalur redundansi antara setiap segmen)           Packet-2 harus tidak boleh melewati lebih dari dua bridge antara segmen-segmen jaringan
       Packet-2 seharusnya tidak melewati lebih dari tiga bridge setelah terjadi perubahan topology.

Semua implementasi Spanning protocol didasarkan pada algoritma IEEE 802.1.d. Dengan bertukar pesan dengan switch lain untuk mendeteksi loop, dan kemudian mengeluarkan loop dengan menutup dipilih antarmuka jembatan, algoritma ini menjamin bahwa ada satu dan hanya satu jalur yang aktif antara dua perangkat jaringan.

Secara sederhana, IEEE 802.1d algoritma spanning tree protocol seperti berikut :
       Menghilangkan loop di-link jaringan berlebihan secara efektif menonaktifkan link.
       Monitor untuk kegagalan link aktif dan mengaktifkan kembali redundant link untuk memulihkan jaringan agar penuh konektivitas (sambil menjaga bebas topologi loop).


Keuntungan dari spanning tree algoritma :
Spanning tree algoritma sangat penting dalam implementasi bridge pada jaringan anda. 
       Mengeliminir bridging loops
       Memberikan jalur redundansi antara dua piranti
       Recovery secara automatis dari suatu perubahan topology atau kegagalan bridge
       Mengidentifikasikan jalur optimal antara dua piranti jaringan





Bridge Protokol Data Unit (BPDU)

BPDU adalah sebuah datagram digunakan oleh switch untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dan pertukaran informasi. Sebuah datagram adalah self-contained, independen data membawa informasi yang akan disalurkan dari sumber ke computer tujuan. Informasi yang dikumpulkan dari perangkat BPDU di jaringan akan membantu dalam keputusan konfigurasi.


Sebuah pertukaran BPDU akan menghasilkan berikut ini: a. Salah satu switch akan dipilih sebagai root switch.
b.    Jarak terpendek dari switch ke root switch akan dihitung.
c.     Sebuah switch yang ditunjuk akan dipilih yang paling dekat dengan root switch melalui frame dan akan diteruskan ke root.
d.    Port yang dipilih untuk setiap switch akan menjadi port yang menyediakan jalan terbaik dari root beralih ke switch .
e.     Ports yang termasuk dalam Spanning Tree Protokol akan dipilih.


Root Switch

Menunjuk ke root switch adalah salah satu fungsi pertama dilakukan karena itu adalah awal STP logis dalam jaringan. Semua perangkat dalam jaringan bertukar ID Bridge(BID) yang berisi alamat-alamat

MAC dan bridge prioritas. Pengaturan prioritas dari setiap perangkat dapat diatur oleh sistem administrator. Perangkat dengan BID terendah akan menjadi perangkat root. Setelah root ditentukan, semua perangkat di jaringan akan mencoba untuk mencari tahu seberapa jauh mereka dari root switch mengirimkan BPDU melalui seluruh port.



       Port State
Ketika redundan link ditemukan, mereka akan ditambahkan ke daftar STP pada port-to–port basic. Karena setiap port pada switch dapat berisi redundan link, masing-masing port dapat dimasukkan ke salah satu dari lima states untuk memfasilitasi pengelolaan jaringan logis mencegah perulangan.

       Blocking  
Ketika switch dihidupkan pertama, semua port, kecuali root port, ditetapkan untuk memblokir state sehingga tidak ada lalu lintasyang dapat diteruskan sampai switchmenentukan root switch dalam jaringan. Pemblokiran dapat menghilangkan perulangan dalam jaringan sampai semua redundant link dapat dikelola denganm baik.

       Listening
Sebuah port di listening state akan berusaha untuk menemukan konfigurasi lalu lintas sistem informasi, yaitu menerima untuk mencari tahu apakah diizinkan untuk lalu lintas jaringan. Untuk melakukan hal ini, port di listening state akan menjatuhkan lalu lintas teratur dan hanya menanggapi perintah manajemen jaringan BPDU. Ketika dua atau lebih port yang ditemukan untuk dapat menciptakan sebuah perulangan, switch akan mengaktifkan port dengan lowest path cost untuk listening state dan port yang lain. dengan higher path cost yang lebih tinggi akan dinonaktifkan.

       Learning
Learning state memungkinkan untuk menambahkan alamatnya ke forwarding table diswitch sehingga port lain dapat mengenalinya, sehingga lalu lintas dapat diaktifkan bukannya langsung melakukan broadcast untuk mempelajari alamat tujuan. Setelah alamat port diakui oleh modul manajemen switch, akan berubah menjadi forwarding states.

       Forwarding
Port di forwarding states diperbolehkan untuk lewat lalu lintas antara port lain denganswitch yang sama. Ini forwards frame yang diterima dari segmen terlampir atau beralih dari port yang lain untuk forwarding. Ini akan memasukkan informasi lokasi stasiun ke dalam alamat database, menerima BPDU dan mengarahkan mereka ke sistem modul, dan BPDU memproses sistem yang diterima dari modul. Ini juga akan menerima dan menanggapi pesan manajemen jaringan.



              Disabled
Ports dinonaktifkan ketika mereka merupakan bagian dari jaringan perulangan. Port di disabled state tidak akan mengizinkan lalu lintas jaringan akan berlalu. Tidak akan memperbarui alamat database karena tidak ada learning. Namun akan tetap menerima dan memproses BPDU dan manajemen jaringan lalu lintas, tetapi tidak akan mengarahkan mereka ke sistem modul.

  

Ada lima states di mana port STP bergerak melalui:

a.     Dari inisialisasi untuk blocking
b.    Dari blocking untuk listening atau untuk disabled
c.     Dari listening untuk learning atau untuk disabled
d.    Dari learning untuk forwarding atau untuk disabled
e.     Dari forwarding untuk disabled



Selama STP mengkonfigurasi dirinya menjadi arsitektur logis yang stabil membutuhkan waktu sekitar 30-60 detik. Ini kecepatan link Ethernet menggunakan 10 Mbps dan 100 Mbps. Namun dengan Ethernet juga menawarkan 1 GBP dan 10 Gbps menghubungkan segmen,
30-60 konfigurasi ulang kedua kali tidak lagi dapat diterima dalam pandangan kebutuhan real -time. Untuk menyediakan fungsi Spanning Tree cepat versi yang lebih baru setelah STP kemudian diciptakan Multiple Spanning Tree (MISTP) IEEE 802.1s, dan Rapid Spanning Tree (RSTP) IEEE 802.1w.
 Kelebihan STP :
-          Menghindari Trafic Bandwith yang tinggi dengan mesegmentasi jalur akses melalui switch

-          Menyediakan Backup / stand by path utk mencegah loop dan switch yang failed/gagal

-          Mencegah looping

Proses perpindahan informasi antara jaringan komputer yang berbeda dan wilayah jaringan yang berbeda






Jenis – Jenis Switching :

1.        CIRCUIT SWITCHING

            Circuit Switching adalah sebuah koneksi jaringan yang mengubungkan node dan terminal. Koneksi ini terlebih dulu membuat call setup agar memulai pengiriman paket, sebagai contoh ISDN dan PSTN merupakan protocol WAN yang menerapkan koneksi Circuit Switching pada jaringan public atau lebih dikenal sebagai Internet. Untuk mekanisme koneksi dilakukan secara asynchronous serial.

  Karakteristik :

-              Message – message tidak disimpan
-              Tidak adanya kelebihan bit – bit
-              Tergantung pada path transmisi
-              Pemakaian bertanggung jawab jika kehilangan proteksi message
-              Transmisi data kontinu
-              Interaksi yang cukup cepat
-              Path dibentuk untuk seluruh percakapan
-              Delay setup panggilan: delay transmisi diabaikan
-              Sinyal akan sibuk bila party yang dipanggil juga sibuk
-              tidak ada delay untuk pembentukan panggilan – panggilan
-              Elektromekanikal atau komputerisasi switching node
-              Bandwidth transmisi yang tetap

Cara Kerja :

            Konsep kerja circuit switching yang pertama adalah kita harus menyediakan  signal untuk media komunikasi dalam hal ini maksudnya mempersiapkan signal adalah antar media kita, sehingga komunikasi pada nantinya akan berjalan. Yang kedua  adalah network interface adalah membuat jembatan antara media satu ke media lainnya sehingga itu digunakan untuk membuat jalannya signal antar media (secara garis besar). Yang ke tiga adalah membuat koneksi antar media komunikasi. Yang ke empat adalah setelah selesai di gunakan sesuai kebutuhan user atau yang lain maka alur signal yang di gunakan itu akan di disconnect selama tidak dipakai. Sehinnga dapat disimpulkan dalam penggunaan konsep circuit switching ini untuk penggunaanya setelah selesai akan di disconnect secara otomatis.

Contoh Circuit Switching :
v  Jaringan Telepon Umum


           
Di dalam materi dari IT-TELKOM dijelaskan bahwa terdapat 3 fase dalam circuit switching, antara lain :
a)      Circuit Establishment
a.       Point to Point dari terminal ke terminal melalui simpul switching
b.      Internal switching dan multiplexing antar simpul switching
b)      Signal Transfer (mengirimakan data berbentuk suara analog, suara digital dan data biner)
c)      Circuit Disconnect

Contoh mudah penerapan circuit switching adalah sambungan telepon umum. Pada saat berkomunikasi melalui telepon, hubungan antar masing-masing telepon tetap terjaga, tidak ada telepon lain yang menyela sehingga seolah-olah antar telepon saling tersambung tanpa melalui simpul switching. Lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.

Seperti gambaran diatas, maka keunggulan circuit switching antara lain
-              Pada saat koneksi, jaringan bersifat transparan, seolah-olah antar stations (sumber dan tujuan) langsung terhubung
-              Nilai data tetap tanpa terdapat delay
-              Bagus untuk komunikasi real-time

IT-Telkom




2.        PACKET SWITCHING
           
            Packet Switching adalah sebuah koneksi jaringan yang dapat menghubungkan node dengan terminal sehingga terdapat banyak node di dalamnya.
Pada koneksi ini kita dapat membagi bandwidth pada setiap pemakai sehingga koneksi akan lebih stabil dan dapat me-manage bandwidth sesuai dengan jumlah pemakai sehingga koneksi akan lebih stabil dan dapat memanage bandwidth sesuai dengan jumlah pemakai. Packet switching merupakan pengembangan dari leased line koneksi dan mekanisme koneksi secara synchronous serial.

Cara kerja packet switching :
-              Seluruh paket data akan di kumpulakan
-              Setelah di kumpulkan paket data  akan di kirim ke node dan di pecah – pecah sesuai kebutuhan yang nantinya akan di kirim secara bersamaan tapi kadang sampainya juga tidak bersamaan .
Yang pada intinya dalam packet switching ini input yang di kirim akan di teruskan ke input yang di terima.

Ilustrasi gambar :
  1. Gambar data yang di pecah :

2. Tiap data di kirim sesuai route yang berbeda tapi biasanya melalui route yang berbeda

3.      Data yang di terima datang tidak bersamaan
4.      Sehingga di saat data sudah terkumpul semua akan di urutkan sesuai input semula.
Berikut keunggulan packet switching :
a.       Efisiensi line sangat tinggi; hubungan single node-to-node dapat dishare secara dinamis oleh banyak paket. Paket-paket diqueue dan ditransmisikan secepat mungkin. Secara kontras, dalam circuit switching, waktu pada link node-to-node adalah dialokasikan terlebih dahulu menggunakan time-division multiplexing.
b.      Jaringan packet-switched dapat membuat konversi data-rate. Dua buah station yang berbeda data-ratenya dapat saling menukar paket.
c.       Ketika traffic mulai padat, beberapa call diblok, yang menunjukkan jaringan menolak permintaan koneksi tambahan sampai beban di jaringan menurun. Dalam packet switchied network, paket masih dapat diterima akan tetapi delay delivery bertambah.
d.      Prioritas dapat digunakan. Jadi kalau sebuah node mempuyai sejumlah queued packet untuk ditransmisikan, paket dapat ditransmisikan pertama kali berdasarkan prioritas yang lebih tinggi. Paket-paket ini mempunyai delay yang lebih kecil daripada lower-priority packets.

Karakteristik :
-         Transmisi paket
-         Tidak tergantung pada transmisi
-         Paket – paket akan disimpan sampai dikirim
-         Rute terbentuk untuk tiap paket
-         Jaringan akan bertanggung jawab pada paket individu
-         Jaringan akan bertanggung jawab pada paket individu
-         Delay transmisi paket

IT-Telkom

Comments

Popular posts from this blog

Fakta Unik Tentang Twitter

Kali ini saya akan post soal keunikan-keunikan twitter. apa sajakah itu ? langsung saja sebagai berikut: 1. Orang pertama yang memiliki Akun di Twitter Siapa dia ??  Jack Dorsey  adalah orang yang pertama memiliki akun Twitter karena tentu saja dialah pembuat dan pendiri Twitter. Jack juga orang pertama yang melakukan tweet di Twitter. 2. Pendapatan dan Laba Twitter Twitter didirikan tahun 2006 dan telah menjadi raksasa dalam jejaring sosial. Mungkin kita akan mengira pendapatannya akan sama / minimal mendekati Facebook yang mencapai millyaran dollar, tapi sesungguhnya dalam 3 tahun pertama semenjak didirikan Twitter tidak pernah mendapatkan keuntungan satu sen pun. 3. Frekuensi orang melakukan Tweet Berapa banyak tweet yang melayang di Internet dalam sedetik ? Jumlahnya sebanyak 750 tweet dalam sedetik. 3. Tema Tweet yang paling banyak Isi / tema dari tweet yang paling banyak digunakan adalah kejadian sehari-hari dan cenderung tidak penting. Contohn...

Sejarah Windows dan Versinya

Microsoft Windows  atau lebih dikenal dengan sebutan  Windows  adalah keluargasistem operasi komputer pribadi yang dikembangkan oleh Microsoft yang menggunakan antarmuka dengan pengguna berbasis grafik ( graphical user interface ). Sistem operasi Windows telah berevolusi dari MS-DOS, sebuah sistem operasi yang berbasis modus teks dan command-line. Windows versi pertama, Windows Graphic Environment 1.0 pertama kali diperkenalkan pada 10 November 1983, tetapi baru keluar pasar pada bulan November tahun 1985 yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan komputer dengan tampilan bergambar. Windows 1.0 merupakan perangkat lunak 16-bit tambahan (bukan merupakan sistem operasi) yang berjalan di atas MS-DOS (dan beberapa varian dari MS-DOS), sehingga ia tidak akan dapat berjalan tanpa adanya sistem operasi DOS. Versi 2.x, versi 3.x juga sama. Beberapa versi terakhir dari Windows (dimulai dari versi 4.0 dan Windows NT 3.1) merupakan sistem ...