VLAN
VLAN
dijelaskan dalam RFC 3069 dan RFC 5517.
VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas
pada lokasi fisik seperti LAN , hal ini mengakibatkan suatu network dapat
dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan.
Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel
dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen,
tanpa bergantung pada lokasi workstation. Teknologi VLAN (Virtual Local Area
Network) bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam
beberapa subnet.
Menurut RFC 5517, “VLAN adalah broadcast domain di mana host
dapat menjalin komunikasi langsung dengan satu sama lain pada Layer 2. Jika
perangkat tidak dipercaya diperkenalkan ke dalam VLAN, masalah keamanan mungkin
timbul karena dipercaya dan perangkat untrusted berakhir berbagi domain
broadcast yang sama.”
BAGAIMANA VLAN BEKERJA?
VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang
digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik menggunakan port, MAC addresses
dsb. Semuainformasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu vlan
(tagging)di simpan dalam suatu database (tabel), jika penandaannya
berdasarkanport yang digunakan maka database harus mengindikasikan port-port
yangdigunakan oleh VLAN. Untuk mengaturnya maka biasanya digunakan
switch/bridge yang manageable atau yang bisa di atur. Switch/bridgeinilah yang
bertanggung jawab menyimpan semua informasi dan konfigurasi suatu VLAN dan
dipastikan semua switch/bridge memiliki informasi yang sama.
Switch akan menentukan kemana data-data akan diteruskan
dan sebagainya.tau dapat pula digunakan suatu software pengalamatan (bridging
software) yang berfungsi mencatat/menandai suatu VLAN beserta workstation yang
didalamnya.untuk menghubungkan antar VLAN dibutuhkan router.
TIPE TIPE VLAN
Keanggotaan dalam suatu VLAN dapat di klasifikasikan
berdasarkan port yang di gunakan , MAC address, tipe protokol.
1.
Berdasarkan Port
Keanggotaan pada suatu VLAN dapat di dasarkan pada port
yang di gunakan oleh VLAN tersebut. Sebagai contoh, pada bridge/switch dengan 4
port, port 1, 2, dan 4 merupakan VLAN 1 sedang port 3 dimiliki oleh VLAN 2,
lihat tabel:
Tabel Port dan VLAN
Port 1 2 3 4
VLAN 2 2 1 2
Kelemahannya adalah user tidak bisa untuk berpindah
pindah, apabila harus berpindah maka Network administrator harus
mengkonfigurasikan ulang.
2.
Berdasarkan MAC Address
Keanggotaan suatu VLAN didasarkan pada MAC address dari
setiap workstation /komputer yang dimiliki oleh user. Switch
mendeteksi/mencatat semua MAC address yang dimiliki oleh setiap Virtual LAN.
MAC address merupakan suatu bagian yang dimiliki oleh NIC (Network Interface
Card) di setiap workstation.
Kelebihannya apabila user berpindah pindah maka dia akan
tetap terkonfigurasi harus di
konfigurasikan secara manual , dan untuk jaringan yang memiliki ratusan
workstation maka tipe ini kurang efissien untuk dilakukan.
Sedangkan
kekurangannya bahwa setiap mesin sebagai anggota dari VLAN tersebut.
Tabel MAC address dan VLAN
MAC address 132516617738 272389579355 536666337777
24444125556
VLAN
1 2 2 1
3.
Berdasarkan Tipe Protokol yang digunakan
Keanggotaan
VLAN juga bisa berdasarkan protocol yang digunakan, lihat table
Tabel Protokol dan VLAN
Protokol IP IPX
VLAN 1 2
4.
Berdasarkan Alamat Subnet IP
Subnet
IP address pada suatu jaringan juga dapat digunakan untuk mengklasifikasi suatu
VLAN
Tabel IP Subnet dan VLAN
IP subnet 22.3.24 46.20.45
VLAN 1 2
Konfigurasi ini tidak berhubungan dengan routing pada
jaringan dan juga tidak mempermasalahkan funggsi router.IP address digunakan
untuk memetakan keanggotaan VLAN.Keuntungannya seorang user tidak perlu
mengkonfigurasikan ulang alamatnya di jaringan apabila berpindah tempat, hanya
saja karena bekerja di layer yang lebih tinggi maka akan sedikit lebih lambat
untuk meneruskan paket di banding menggunakan MAC address.
5.
Berdasarkan aplikasi atau kombinasi lain
Sangat dimungkinkan untuk menentukan suatu VLAN
berdasarkan aplikasi yang dijalankan, atau kombinasi dari semua tipe di atas
untuk diterapkan pada suatu jaringan. Misalkan: aplikasi FTP (file transfer
protocol) hanya bias digunakan oleh VLAN 1 dan Telnet hanya bisa digunakan pada
VLAN 2.
PERBEDAAN MENDASAR ANTARA LAN DAN VLAN
Perbedaan yang sangat jelas dari model jaringan Local
Area Network dengan Virtual Local Area Network adalah bahwa bentuk jaringan
dengan model Local Area Network sangat bergantung pada letak/fisik dari
workstation, serta penggunaan hub dan repeater sebagai perangkat jaringan yang
memiliki beberapa kelemahan. Sedangkan yang menjadi salah satu kelebihan dari
model jaringan dengan VLAN adalah bahwa tiap-tiap workstation/user yang tergabung
dalam satu VLAN/bagian (organisasi, kelompok dsb) dapat tetap saling
berhubungan walaupun terpisah secara fisik.
RFC 3069 (VLAN Aggregation for Efficient IP Address Allocation)
Mekanisme diuraikan oleh host yang berada di di
infrastruktur switch yang sama, tetapi seolah –olah terpisah berdasarkan
virtual broadcast domains, yang mempunyai alamat subnet IPv4 dan sebuah default
gateway IP Address yang sama, dengan syarat memindahkan sebuah subnet IP yang
terdedikasi untuk setiap VLAN atau MAN.
Hosts A.1 dan A.2 termasuk (Customer A & VLAN A)
Hosts B.1 dan B.2 termasuk (Customer B & VLAN B)
Hosts C.1 termasuk (Customer C & VLAN C)
Sebuah Subnet IP akan dialokasikan untuk setiap Customer,
berdasarkan dari kebutuhan awal IP, yaitu seberapa besar alamat yang akan
dipakai, baik untuk persiapan di masa yang akan datang.
Customer A
1.
Alamat IP pertama kali yang dibutuhkan untuk Customer A adalah hanya
untuk 2 host.
2.
Ada perkiraan di masa yang akan datang, Customer A akan membutuhkan 10
host
3.
Hasil akhirnya, dibutuhkan pengalokasian subnet IP 1.1.1.0/28 yang
menyediakan 16 IP Address
4.
IP Address pertama, 1.1.1.0 adalah Subnetwork address
5.
IP Address terakhir, 1.1.1.15 adalah Broadcast address
6.
IP 1.1.1.1 diberikan kepada router dan dijadikan default gateway untuk
subnet tersebut
7.
Ada 13 IP Address yang tersisa untuk Customer, walaupun mereka hanya
membutuhkan 10 IP Address
Customer B
1.
Alamat IP pertama kali yang dibutuhkan untuk Customer B adalah hanya
untuk 2 host.
2.
Ada perkiraan di masa yang akan datang, Customer B akan membutuhkan 5
host
3.
Hasil akhirnya, dibutuhkan pengalokasian subnet IP 1.1.1.16/29 yang
menyediakan 8 IP Address
4.
IP Address pertama, 1.1.1.16 adalah Subnetwork address
5.
IP Address terakhir, 1.1.1.23 adalah Broadcast address
6.
IP 1.1.1.17 diberikan kepada router dan dijadikan default gateway untuk
subnet tersebut
7.
Ada 5 IP Address yang tersisa untuk Customer
Customer C
1.
Alamat IP pertama kali yang dibutuhkan untuk Customer C adalah hanya
untuk 1 host.
2.
Tidak ada rencana untuk menambah host lagi
3.
Hasil akhirnya, dibutuhkan pengalokasian subnet IP 1.1.1.24/30 yang
menyediakan 4 IP Address
4.
IP Address pertama, 1.1.1.24 adalah Subnetwork address
5.
IP Address terakhir, 1.1.1.27 adalah Broadcast address
6.
IP 1.1.1.25 diberikan kepada router dan dijadikan default gateway untuk
subnet tersebut
7.
Ada 1 IP Address yang tersisa untuk Customer
Jumlah alamat yang dibutuhkan untuk 3 Customer adalah 16.
Pengalamatan yang paling optimal adalah 28 IP Address.
Sekarang, jika Customer A hanya menggunakan 3 alamat yang
tersedia, maka alamat yang tersisa tidak dapat dipakai oleh komputer lain.
Keuntungan Menggunakan VLAN :
1. Security – keamanan data dari setiap divisi
dapat dibuat tersendiri, karena segmennya bisa dipisah secarfa logika. Lalu
lintas data dibatasi segmennya.
2. Cost reduction – penghematan dari penggunaan bandwidth
yang ada dan dari upgrade perluasan network yang bisa jadi mahal.
3. Higher performance – pembagian jaringan layer 2 ke dalam
beberapa kelompok broadcast domain yang lebih kecil, yang tentunya akan
mengurangi lalu lintas packet yang tidak dibutuhkan dalam jaringan.
4. Broadcast storm mitigation – pembagian jaringan ke dalam VLAN-VLAN
akan mengurangi banyaknya device yang berpartisipasi dalam pembuatan broadcast
storm. Hal ini terjadinya karena adanya pembatasan broadcast domain.
5. Improved IT staff efficiency – VLAN memudahkan manajemen jaringan
karena pengguna yang membutuhkan sumber daya yang dibutuhkan berbagi dalam
segmen yang sama.
6. Simpler project or application management – VLAN menggabungkan para pengguna
jaringan dan peralatan jaringan untuk mendukung perusahaan dan menangani
permasalahan kondisi geografis.
Terminologi
VLAN
1.
VLAN Data
VLAN Data adalah VLAN yang dikonfigurasi
hanya untuk membawa data-data yang digunakan oleh user. Dipisahkan dengan lalu
lintas data suara atau pun manajemen switch. Seringkali disebut dengan VLAN
pengguna, User VLAN.
2.
VLAN Default
Semua port switch pada awalnya menjadi
anggota VLAN Default. VLAN Default untuk Switch Cisco adalah VLAN 1. VLAN 1
tidak dapat diberi nama dan tidak dapat dihapus.
3.
Native VLAN
Native VLAN dikeluarkan untuk port trunking
802.1Q. port trunking 802.1Q mendukung lalu lintas jaringan yang datang dari
banyak VLAN (tagged traffic)
sama baiknya dengan yang datang dari sebuah VLAN (untagged traffic). Port trunking 802.1Q menempatkanuntagged traffic pada Native VLAN.
4.
VLAN Manajemen
VLAN Manajemen adalah VLAN yang dikonfigurasi
untuk memanajemen switch. VLAN 1 akan bekerja sebagai Management VLAN jika kita
tidak mendefinisikan VLAN khusus sebagai VLAN Manajemen. Kita dapat memberi IP
address dan subnet mask pada VLAN Manajemen, sehingga switch dapat dikelola
melalui HTTP, Telnet, SSH, atau SNMP.
5.
VLAN Voice
VLAN yang dapat mendukung Voice over IP
(VoIP). VLAN yang dikhusukan untuk komunikasi data suara.
2. VTP
VTP adalah suatu metoda dalam
hubungan jaringan LAN dengan ethernet untuk menyambungkan komunikasi dengan
menggunakan informasi VLAN, khususnya ke VLAN. VLAN Trunking Protocol (VTP)
merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst. VLAN
merupakan suatu broadcast domain, sekumpulan port atau user yang kita
kelompokkan. VLAN dapat mencakup beberapa switch, hal ini dapat dilakukan
dengan mengonfigurasi VLAN pada bebarapa switch dan kemudian menghubungkan
switch tersebut, dengan satu pasang port per VLAN.
Mode VTP pada VTP Cisco Ada 3 macam, disini kita aka
menggunakan mode VTP ServerClient, Mode server VTP server mempunyai kontrol
penuh atas pembuatan VLAN atau pengubahan domain mereka. Sedangkan Mode client
VTP client tidak memperbolehkan administrator untuk membuat, mengubah, atau
menghapus VLAN manapun
Apakah Identifikasi Frame?
Karena trunk link dapat digunakan untuk mentransmisi
beberapa VLAN, switch harus mengidentifikasi frame setiap VLAN pada waktu
mereka dikirim atau diterima melalui trunk link. Identifikasi frame atau
tagging, memberi ID yang berbeda untuk setiap frame yang melewati trunk link.
ID ini dapat dianggap sebagai nomor VLAN atau “warna” VLAN, karena setiap VLAN
yang digambar pada diagram jaringan mempunyai warna yang berbeda.
Identifikasi frame VLAN dikembangkan untuk jaringan
switch. Pada waktu setiap frame melewati trunk link, suatu pengenal ditambahkan
dalam kepala frame. Pada waktu switch yang dilalui menerima frame ini, mereka
akan memeriksa pengenalnya untuk mengetahui milik siapa frame tersebut.
Apakah VTP Domain?
Tujuan utama VTP adalah untuk menyediakan fasilitas
sehingga switch Cisco dapat diatur sebagai sebagai suatu grup. Sebagai contoh,
jika VTP dijalankan pada semua switch Cisco Anda, pembuatan VLAN baru pada satu
switch akan menyebabkan VLAN tersebut tersedia pada semua switch yang terdapat
VTP management domain yang sama. VTP management domain merupakan sekelompok
switch yang berbagi informasi VTP. Suatu switch hanya dapat menjadi bagian dari
satu VTP management domain, dan secara default tidak menjadi bagian dari VTP
management domain manapun.
Dari sini dapat kita lihat mengapa VTP sangat
menguntungkan. Bayangkanlah suatu lingkungan di mana administrator jaringan
harus mengatur 20 switch atau lebih. Tanpa VTP, untuk membuat VLAN baru
administrator harus melakukannya pada semuanya switch yang diperlukan secara
individu. Namun dengan VTP, administrator dapat membuat VLAN tersebut sekali
dan VTP secara otomatis akan menyebarkan (advertise) informasi tersebut ke
semua switch yang berada di dalam domain yang sama. Keuntungan VTP yang utama
adalah efisiensi yang diberikan dalam menambah dan menghapus VLAN dan juga
dalam mengubah konfigurasi VLAN dalam lingkungan yang besar.
Secara umum, mengonfigurasi VTP pada switch Cisco
Catalyst bukanlah pekerjaan yang sulit. Pada kenyataannya, begitu nama VTP
management domain dibuat pada setiap switch, proses pertukaran informasi VTP
antar-switch akan dilakukan secara otomatis dan tidak memerlukan konfigurasi
lebih lanjut atau pengaturan setiap hari. Namun, untuk mendapatkan gambaran
lengkap bagaimana VTP bekerja dalam suatu VTP domain, pertama Anda harus
mengetahui mode VTP.
Apakah Mode VTP?
Jika Anda ingin membuat switch menjadi bagian dari suatu
VTP management domain, setiap switch harus dikonfigurasi dalam satu dari tiga
mode VTP yang dapat digunakan. Mode VTP yang digunakan pada switch akan
menentukan bagaimana switch berinteraksi dengan switch VTP lainnya dalam
management domain tersebut. Mode VTP yang dapat digunakan pada switch Cisco
adalah mode server, mode client, dan mode transparent.
Mode Server
VTP server mempunyai kontrol penuh atas pembuatan VLAN
atau pengubahan domain mereka. Semua informasi VTP disebarkan ke switch lainnya
yang terdapat dalam domain tersebut, sementara semua informasi VTP yang
diterima disinkronisasikan dengan switch lain. Secara default, switch berada
dalam mode VTP server. Perlu dicatat bahwa setiap VTP domain paling sedikit
harus mempunya satu server sehingga VLAN dapat dibuat, dimodifikasi, atau
dihapus, dan juga agar informasi VLAN dapat disebarkan.
Mode Client
VTP client tidak memperbolehkan administrator untuk
membuat, mengubah, atau menghapus VLAN manapun. Pada waktu menggunakan mode
client mereka mendengarkan penyebaran VTP dari switch yang lain dan kemudian
memodifkasi konfigurasi VLAN mereka. Oleh karena itu, ini merupakan mode
mendengar yang pasif. Informasi VTP yang diterima diteruskan ke switch
tetangganya dalam domain tersebut.
Mode Transparent
Switch dalam mode transparent tidak berpartisipasi dalam
VTP. Pada waktu dalam mode transparent, switch tidak menyebarkan konfigurasi
VLAN-nya sendiri, dan switch tidak mensinkronisasi database VLAN-nya dengan
advertisement yang diterima. Pada waktu VLAN ditambah, dihapus, atau diubah
pada switch yang berjalan dalam mode transparent, perubahan tersebut hanya
bersifat lokal ke switch itu sendiri, dan tidak disebarkan ke swith lainnya
dalam domain tersebut.
Berdasarkan
peran masing-masing mode VTP, maka sekarang kita dapat mengetahui
penggunaannya. Sebagai contoh, jika mempunyai 15 switch Cisco pada jaringan,
Anda dapat mengonfigurasi mereka dalam VTP domain yang sama. Walaupun setiap
switch secara teori dapat berada dalam mode default (mode server), akan lebih
mudah jika hanya satu switch saja yang dalam mode itu dan kemudian
mengonfigurasi sisanya dakan mode client.
Kemudian,
ketika Anda ingin menambah, menghapus, atau mengubah VLAN, perubahan tersebut
secara otomatis dapat disebarkan ke switch mode client. Jika Anda perlu suatu
switch yang “standalone”, atau tidak ingin menyebarkan informasi VLAN, gunakan
mode transparent.
Apakah VTP Advertisement ?
Setiap switch yang tergabung dalam VTP menyebarkan VLAN,
nomor revisi, dan parameter VLAN pada port trunk-nya untuk memberitahu switch
yang lain dalam management domain. VTP advertisement dikirim sebagai frame
multicast. Switch akan menangkap frame yang dikirim ke alamat multicast VTP dan
memproses mereka.
Karena semua
switch dalam management domain mempelajari perubahan konvigurasi VLAN yang
baru, suatu VLAN hanya perlu dibuat dan dikonfigurasi pada satu VTP server di
dalam domain tersebut.
Secara default,
management domain diset ke non-secure advertisement tanpa password. Suatu
password dapat ditambahkan untuk mengeset domain ke mode secure. Password
tersebut harus dikonfigurasi pada setiap switch dalam domain sehingga semua
switch yang bertukar informasi VTP akan menggunakan metode enkripsi yang sama.
VTP advertisement
dimulai dengan nomor revisi konfigurasi 0 (nol). Pada waktu dilakukan
perubahan, nomor revisi akan dinaikkan sebelum advertisement dikirim ke luar.
Pada waktu switch menerima suatu advertisement yang nomor revisinya lebih
tinggi dari yang tersimpan di dalam, advertisement tersebut akan menimpa setiap
informasi VLAN yang tersimpan. Oleh karena itu, penting artinya untuk memaksa
setiap jaringan baru yang ditambahkan dengan nomor revisi nol. Nomor revisi VTP
disimpan dalam VRAM dan tidak berubah oleh siklus listrik switch.
Apakah VTP Pruning ?
VTP pruning adalah fitur yang digunakan untuk
menghilangkan atau memangkas lalu lintas yang tidak perlu.
VTP memastikan bahwa semua aktif dalam VTP domain yang
telah mengetahui semua VLAN. Namun, ada saat-saat VTP dapat menciptakan lalu
lintas yang tidak perlu.Semua switch dalam jaringan tersebut menerima semua
siaran, meskipun dalam situasi di mana beberapa pengguna yang terhubung dalam
VLAN.
Apakah VTP V2 ?
VTP V2 tidak jauh berbeda dari VTP V1. Perbedaan utama
adalah bahwa VTP V2 memperkenalkan dukungan untuk VLAN Token Ring. Jika Anda
menggunakan VLAN Token Ring, Anda harus mengaktifkan VTP V2.Mengubah versi VTP
1-2 tidak akan menyebabkan switch untuk reload.
Apakah VTP Password ?
Jika Anda mengkonfigurasi password untuk VTP, Anda harus
mengkonfigurasi password pada semua switch dalam VTP domain. Password haruslah
kata sandi yang sama pada semua switch. Di VTP password yang dikonfigurasi
diterjemahkan oleh algoritma menjadi sebuah kata 16byte (nilai MD5) yang
dilakukan di semua paket VTP ringkasan-iklan.
PERBANDINGAN:
Server (default mode) :
·
Membuat,
memodifikasi dan menghapus VLANs
·
Mensingkronisasikan
konfigurasi VLAN
·
Menyimpan
konfigurasi dalam NVRAM
·
Mengirim
dan meneruskan advertisements
Client
·
Tidak
dapat membuat, merubah atau menghapus VLAN
·
Mensingkronisasikan
konfigurasi VLAN
·
Tidak
dapat menyimpan dalam NVRAM
·
Meneruskan
advertisements
Transparent
·
Membuat,
memodifikasi dan menghapus lokal VLAN
·
Tidak
dapat mensingkronisasikan konfigurasi VLAN
·
Menyimpan
konfigurasi dalam NVRAM
·
Meneruskan
advertisements
3. STP
Spanning Tree Protocol (STP) adalah
suatu Layer 2 protokol yang berjalan pada bridge dan switch. Spesifikasi untuk
STP adalah 802.1d IEEE. Tujuan utama dari STP adalah untuk memastikan bahwa
Anda tidak membuat loop bila Anda memiliki jalan berlebihan di jaringan anda.
Loop yang mematikan ke jaringan.
Spanning Tree Protokol (802.1d).
Spanning Tree (802.1d) merupakan sebuah protokol yang berada di jaringan switch
yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain
agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan.
STP bekerja
Spanning tree algoritma secara automatis menemukan
topology jaringan, dan membentuk suatu jalur tunggal yang yang optimal melalui
suatu bridge jaringan dengan menugasi fungsi-2 berikut pada setiap bridge.
Fungsi bridge menentukan bagaimana bridge berfungsi dalam hubungannya dengan
bridge lainnya, dan apakah bridge meneruskan traffic ke jaringan-2 lainnya atau
tidak.
1.
Root bridge
Root bridge merupakan master bridge
atau controlling bridge. Root bridge secara periodik membroadcast message
konfigurasi. Message ini digunakan untuk memilih rute dan re-konfigure fungsi-2
dari bridge-2 lainnya bila perlu. Hanya da satu root bridge per jaringan. Root
bridge dipilih oleh administrator. Saat menentukan root bridge, pilih root
bridge yang paling dekat dengan pusat jaringan secara fisik.
2.
Designated bridge
Suatu designated bridge adalah
bridge-2 lain yang berpartisipasi dalam meneruskan paket melalui jaringan.
Mereka dipilih secara automatis dengan cara saling tukar paket konfigurasi
bridge. Untuk mencegah terjadinya bridging loop, hanya ada satu designated
bridge per segment jaringan
3.
Backup bridge
Semua bridge redundansi dianggap
sebagai backup bridge. Backup bridge mendengar traffic jaringan dan membangun
database bridge. Akan tetapi mereka tidak meneruska paket. Backup bridge ini
akan mengambil alih fungsi jika suatu root bridge atau designated bridge tidak
berfungsi.
Bridge mengirimkan paket khusus yang disebut Bridge
Protocol Data Units (BPDU) keluar dari setiap port. BPDU ini dikirim dan
diterima dari bridge lainnya digunakan untuk menentukan fungsi-fungsi bridge,
melakukan verifikasi kalau bridge disekitarnya masih berfungsi, dan recovery
jika terjadi perubahan topology jaringan.
Perencanaan jaringan dengan bridge mengguanakan
spanning tree protocol memerlukan perencanaan yang hati-2. Suatu konfigurasi
yang optimal menuntut pada aturan-aturan berikut ini:
•
Setiap bridge sharusnya mempunyai backup (yaitu jalur redundansi antara
setiap segmen) Packet-2
harus tidak boleh melewati lebih dari dua bridge antara segmen-segmen jaringan
•
Packet-2 seharusnya tidak melewati lebih dari tiga bridge setelah
terjadi perubahan topology.
Semua implementasi Spanning protocol
didasarkan pada algoritma IEEE 802.1.d. Dengan bertukar pesan dengan switch
lain untuk mendeteksi loop, dan kemudian mengeluarkan loop dengan menutup
dipilih antarmuka jembatan, algoritma ini menjamin bahwa ada satu dan hanya
satu jalur yang aktif antara dua perangkat jaringan.
Secara sederhana, IEEE 802.1d algoritma spanning tree
protocol seperti berikut :
•
Menghilangkan loop di-link jaringan berlebihan secara efektif
menonaktifkan link.
•
Monitor untuk kegagalan link aktif dan mengaktifkan kembali redundant
link untuk memulihkan jaringan agar penuh konektivitas (sambil menjaga bebas
topologi loop).
Keuntungan dari spanning tree algoritma :
Spanning tree algoritma sangat penting dalam implementasi
bridge pada jaringan anda.
•
Mengeliminir bridging loops
•
Memberikan jalur redundansi antara dua piranti
•
Recovery secara automatis dari suatu perubahan topology atau kegagalan
bridge
•
Mengidentifikasikan jalur optimal antara dua piranti jaringan
Bridge Protokol Data Unit (BPDU)
BPDU adalah sebuah datagram digunakan
oleh switch untuk berkomunikasi dengan
satu sama lain dan pertukaran informasi. Sebuah datagram adalah self-contained, independen data membawa
informasi yang akan disalurkan dari sumber ke computer tujuan. Informasi yang
dikumpulkan dari perangkat BPDU di jaringan akan membantu dalam keputusan
konfigurasi.
Sebuah pertukaran BPDU akan menghasilkan berikut ini: a.
Salah satu switch akan dipilih sebagai root switch.
b.
Jarak terpendek dari switch ke root switch akan dihitung.
c.
Sebuah switch yang ditunjuk akan dipilih yang paling dekat dengan root
switch melalui frame dan akan diteruskan ke root.
d.
Port yang dipilih untuk setiap switch akan menjadi port yang menyediakan
jalan terbaik dari root beralih ke switch .
e.
Ports yang termasuk dalam Spanning Tree Protokol akan dipilih.
Root Switch
Menunjuk ke root switch adalah salah
satu fungsi pertama dilakukan karena itu adalah awal STP logis dalam jaringan.
Semua perangkat dalam jaringan bertukar ID Bridge(BID)
yang berisi alamat-alamat
MAC dan bridge prioritas. Pengaturan prioritas dari setiap perangkat dapat
diatur oleh sistem administrator. Perangkat dengan BID terendah akan menjadi
perangkat root. Setelah root ditentukan, semua perangkat di
jaringan akan mencoba untuk mencari tahu seberapa jauh mereka dari root switch mengirimkan BPDU melalui
seluruh port.
• Port State
Ketika redundan link
ditemukan, mereka akan ditambahkan ke daftar STP pada port-to–port basic. Karena setiap port pada switch dapat
berisi redundan link, masing-masing
port dapat dimasukkan ke salah satu dari lima states untuk memfasilitasi
pengelolaan jaringan logis mencegah perulangan.
• Blocking
Ketika switch dihidupkan
pertama, semua port, kecuali root port, ditetapkan untuk memblokir state sehingga tidak ada lalu lintasyang
dapat diteruskan sampai switchmenentukan
root switch dalam jaringan. Pemblokiran
dapat menghilangkan perulangan dalam jaringan sampai semua redundant link dapat
dikelola denganm baik.
• Listening
Sebuah port di listening state akan berusaha untuk
menemukan konfigurasi lalu lintas sistem informasi, yaitu menerima untuk
mencari tahu apakah diizinkan untuk lalu lintas jaringan. Untuk melakukan hal
ini, port di listening state akan menjatuhkan lalu lintas teratur dan hanya
menanggapi perintah manajemen jaringan BPDU. Ketika dua atau lebih port yang ditemukan untuk dapat
menciptakan sebuah perulangan, switch akan
mengaktifkan port dengan lowest path cost untuk listening state dan port yang lain. dengan higher
path cost yang lebih tinggi akan dinonaktifkan.
• Learning
Learning state memungkinkan untuk menambahkan
alamatnya ke forwarding table diswitch sehingga port lain dapat mengenalinya, sehingga lalu lintas dapat diaktifkan
bukannya langsung melakukan broadcast untuk
mempelajari alamat tujuan. Setelah alamat port
diakui oleh modul manajemen switch,
akan berubah menjadi forwarding states.
• Forwarding
Port di forwarding
states diperbolehkan untuk lewat lalu lintas antara port lain denganswitch yang
sama. Ini forwards frame yang
diterima dari segmen terlampir atau beralih dari port yang lain untuk forwarding.
Ini akan memasukkan informasi lokasi stasiun ke dalam alamat database, menerima BPDU dan mengarahkan
mereka ke sistem modul, dan BPDU memproses sistem yang diterima dari modul. Ini
juga akan menerima dan menanggapi pesan manajemen jaringan.
Disabled
Ports dinonaktifkan ketika mereka
merupakan bagian dari jaringan perulangan. Port
di disabled state tidak akan mengizinkan lalu lintas jaringan akan berlalu.
Tidak akan memperbarui alamat database karena
tidak ada learning. Namun akan tetap
menerima dan memproses BPDU dan manajemen jaringan lalu lintas, tetapi tidak
akan mengarahkan mereka ke sistem modul.
Ada lima states di
mana port STP bergerak melalui:
a.
Dari inisialisasi untuk blocking
b. Dari blocking untuk listening atau
untuk disabled
c. Dari listening untuk learning atau
untuk disabled
d. Dari learning untuk forwarding atau
untuk disabled
e. Dari forwarding untuk disabled
Selama STP mengkonfigurasi dirinya menjadi arsitektur
logis yang stabil membutuhkan waktu sekitar 30-60 detik. Ini kecepatan link Ethernet menggunakan 10 Mbps dan
100 Mbps. Namun dengan Ethernet juga menawarkan 1 GBP dan 10 Gbps menghubungkan
segmen,
30-60 konfigurasi ulang kedua kali tidak lagi dapat
diterima dalam pandangan kebutuhan real
-time. Untuk menyediakan fungsi Spanning
Tree cepat versi yang lebih baru setelah STP kemudian diciptakan Multiple Spanning Tree (MISTP) IEEE 802.1s,
dan Rapid Spanning Tree (RSTP) IEEE
802.1w.
Kelebihan STP :
-
Menghindari Trafic
Bandwith yang tinggi dengan mesegmentasi jalur akses melalui switch
-
Menyediakan Backup /
stand by path utk mencegah loop dan switch yang failed/gagal
-
Mencegah looping
Proses perpindahan informasi antara jaringan komputer yang berbeda dan wilayah jaringan yang berbeda
Jenis
– Jenis Switching :
1.
CIRCUIT
SWITCHING
Circuit Switching adalah sebuah
koneksi jaringan yang mengubungkan node dan terminal. Koneksi ini terlebih dulu
membuat call setup agar memulai pengiriman paket, sebagai contoh ISDN dan PSTN merupakan protocol WAN yang menerapkan koneksi Circuit
Switching pada jaringan public atau lebih dikenal sebagai Internet.
Untuk mekanisme koneksi dilakukan secara asynchronous
serial.
Karakteristik :
-
Message – message tidak disimpan
-
Tidak adanya kelebihan bit – bit
-
Tergantung pada path transmisi
-
Pemakaian bertanggung jawab jika kehilangan proteksi
message
-
Transmisi data kontinu
-
Interaksi yang cukup cepat
-
Path dibentuk untuk seluruh percakapan
-
Delay setup panggilan: delay transmisi diabaikan
-
Sinyal akan sibuk bila party yang dipanggil juga sibuk
-
tidak ada delay untuk pembentukan panggilan – panggilan
-
Elektromekanikal atau komputerisasi switching node
-
Bandwidth transmisi yang tetap
Cara Kerja :
Konsep kerja circuit switching yang
pertama adalah kita harus menyediakan signal untuk media komunikasi dalam
hal ini maksudnya mempersiapkan signal adalah antar media kita, sehingga
komunikasi pada nantinya akan berjalan. Yang kedua adalah network
interface adalah membuat jembatan antara media satu ke media lainnya sehingga
itu digunakan untuk membuat jalannya signal antar media (secara garis besar).
Yang ke tiga adalah membuat koneksi antar media komunikasi. Yang ke empat
adalah setelah selesai di gunakan sesuai kebutuhan user atau yang lain maka
alur signal yang di gunakan itu akan di disconnect selama tidak dipakai.
Sehinnga dapat disimpulkan dalam penggunaan konsep circuit switching ini untuk
penggunaanya setelah selesai akan di disconnect secara otomatis.
Contoh Circuit Switching :
v
Jaringan Telepon Umum
Di
dalam materi dari IT-TELKOM dijelaskan bahwa terdapat 3 fase dalam circuit
switching, antara lain :
a) Circuit Establishment
a. Point to Point dari terminal ke
terminal melalui simpul switching
b. Internal switching dan multiplexing
antar simpul switching
b) Signal Transfer (mengirimakan data
berbentuk suara analog, suara digital dan data biner)
c) Circuit Disconnect
Contoh
mudah penerapan circuit switching adalah sambungan telepon umum. Pada saat
berkomunikasi melalui telepon, hubungan antar masing-masing telepon tetap
terjaga, tidak ada telepon lain yang menyela sehingga seolah-olah antar telepon
saling tersambung tanpa melalui simpul switching. Lebih jelasnya lihat gambar
di bawah ini.
Seperti gambaran diatas, maka
keunggulan circuit switching antara lain
-
Pada saat koneksi, jaringan bersifat transparan, seolah-olah
antar stations (sumber dan tujuan) langsung terhubung
-
Nilai data tetap tanpa terdapat delay
-
Bagus untuk komunikasi real-time
IT-Telkom
2.
PACKET SWITCHING
Packet Switching
adalah sebuah koneksi jaringan yang dapat menghubungkan node dengan terminal
sehingga terdapat banyak node di dalamnya.
Pada
koneksi ini kita dapat membagi bandwidth pada setiap pemakai sehingga koneksi
akan lebih stabil dan dapat me-manage bandwidth sesuai dengan jumlah pemakai
sehingga koneksi akan lebih stabil dan dapat memanage bandwidth sesuai dengan
jumlah pemakai. Packet switching merupakan pengembangan dari leased line
koneksi dan mekanisme koneksi secara synchronous
serial.
Cara kerja packet
switching :
-
Seluruh paket data akan di kumpulakan
-
Setelah di kumpulkan paket data akan di kirim ke node
dan di pecah – pecah sesuai kebutuhan yang nantinya akan di kirim secara
bersamaan tapi kadang sampainya juga tidak bersamaan .
Yang pada
intinya dalam packet switching ini input yang di kirim akan di teruskan ke
input yang di terima.
Ilustrasi
gambar :
- Gambar data yang di pecah :
2. Tiap data di kirim sesuai route yang berbeda tapi
biasanya melalui route yang berbeda
3. Data yang di terima datang tidak
bersamaan
4. Sehingga di saat data sudah
terkumpul semua akan di urutkan sesuai input semula.
Berikut
keunggulan packet switching :
a. Efisiensi line sangat tinggi;
hubungan single node-to-node dapat dishare secara dinamis oleh banyak paket.
Paket-paket diqueue dan ditransmisikan secepat mungkin. Secara kontras, dalam
circuit switching, waktu pada link node-to-node adalah dialokasikan terlebih
dahulu menggunakan time-division multiplexing.
b. Jaringan packet-switched dapat
membuat konversi data-rate. Dua buah station yang berbeda data-ratenya dapat
saling menukar paket.
c. Ketika traffic mulai padat, beberapa
call diblok, yang menunjukkan jaringan menolak permintaan koneksi tambahan
sampai beban di jaringan menurun. Dalam packet switchied network, paket masih
dapat diterima akan tetapi delay delivery bertambah.
d. Prioritas dapat digunakan. Jadi
kalau sebuah node mempuyai sejumlah queued packet untuk ditransmisikan, paket
dapat ditransmisikan pertama kali berdasarkan prioritas yang lebih tinggi.
Paket-paket ini mempunyai delay yang lebih kecil daripada lower-priority
packets.
Karakteristik :
-
Transmisi paket
-
Tidak tergantung pada transmisi
-
Paket – paket akan disimpan sampai dikirim
-
Rute terbentuk untuk tiap paket
-
Jaringan akan bertanggung jawab pada paket individu
-
Jaringan akan bertanggung jawab pada paket individu
-
Delay transmisi paket
IT-Telkom






Comments
Post a Comment